Postingan

Bagian Favorit

Ada satu hari dimana aku merasa hari itu adalah hari terbaik dalam hidupku. Hari dimana kita untuk pertama kalinya saling melempar tawa di tengah obrolan yang singkat tapi cukup hangat. Caramu menatap, caramu bicara, dan caramu tertawa, masih menjadi hal favorit yang paling ku ingat sampai hari ini. Dan jika Allah mengizinkan, aku selalu berdo'a semoga suatu hari kita bisa lebih dari ini. Kau tahu? entah sejak kapan, setiap malam sebelum tidur aku selalu mendengarkan lagu Nadhif-Bergema Sampai Selamanya. Kadang aku sedikit menangis mendengar lirik demi liriknya yang sederhana tapi penuh makna. Dengan hati yang penuh harap, semoga isi lagu itu bisa seperti cerita kita nanti. (*agak pd tapi gapapa, manifesting aja wkwk)

Mengagumi

Kata orang "mengagumi" jauh lebih memiliki batas, karena yang di ambil hanya sebatas kebaikan. Dan "memiliki" pun tidak berarti apa apa jika yang di inginkan berlawanan dengan takdir Pemilik semesta. Ya, terkadang mengagumi jauh lebih menyenangkan daripada berambisi ingin memiliki. Ibarat kita menyukai lautan dan hanya bisa memandang keindahannya dari tepian, bukankah rasanya tetap menyenangkan? Sedangkan untuk menyelami rasanya tak punya cukup keberanian. Begitupun ketika kita menyukai hujan. Bukankah kita tak perlu basah basahan di tengah hujan untuk membuktikan? Cukup kita memandangnya dari jendela, dan mengabadikan keindahannya lewat mata. Lalu bersyukur karena Allah masih mengizinkan kita menikmatinya.

Kagum

Pada hari itu, dimana semua berjalan seperti biasanya. Aku melihatnya di seberang sana. Dengan kesederhanaan, namun justru membuatku sulit mengalihkan pandangan. Hari demi hari berganti, rasaku mulai tak terkendali. Aku bertanya tanya, sebenarnya apa yang kini tengah aku rasa? Ah, akupun bingung harus mengartikannya apa. Rasanya terlalu cepat jika menyebut ini 'jatuh cinta'? Tapi yang jelas, hari hariku menjadi berwarna. Kadang juga, membuatku seperti orang gila? tersenyum sendiri menatap bayangan di cermin, latihan menyapa dan memilih kosa kata ketika dengan sengaja aku menemuinya. Lalu mencoba bersikap seperti biasa ketika sudah berada di hadapannya. Padahal hati tak kuasa melihat senyum manis yang selalu menghiasi wajahnya.  Ketika ia tak ada, aku mencarinya ke sosial media. Berharap ada yang bisa ku temukan di sana, walaupun hanya sekedar kabar dari story instagram nya. Ketika tak ada apapun yang bisa ku temukan, aku hanya bisa menahan, mungkin besok dia akan datang. Walaup...